Selasa, 23 September 2008

Tugas Metode Riset

KAJIAN KONDISI MOTIVASI KERJA PEGAWAI PEMERINTAH DAERAH, BIDAN, DAN DOKTER PRAKTIK SWASTA SERTA BEBERAPA VARIABEL YANG MEMPENGARUHINYA DI KABUPATEN JEMBRANA

Ni Wayan Mujiati dan Anak Agung Ayu Sriathi
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar


ABSTRAK

Di Kabupaten Jembrana terjadi perubahan situasi kerja, karakteristik pekerjaan yang diakibatkan oleh perubahan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan tertinggi di kabupaten tersebut. Perubahan tersebut adalah pemberian gaji yang sama untuk pangkat yang sama di berbagai instansi yang ada di Kabupaten Jembrana, memutasikan pegawai dari satu instansi ke instansi lainnya yang dianggap kekurangan pegawai, dan kebijakan baru di bidang kesehatan dengan nama Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ).
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi motivasi kerja pegawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana; (2) untuk mengetahui lebih tinggi atau tidaknya motivasi kerja pegawai pemerintah daerah sesudah diberlakukannya kebijakan-kebijakan mutasi dan pemberlakuan gaji yang sama di semua dinas di Kabupaten Jembrana; (3) untuk mengetahui lebih rendah atau tidaknya motivasi kerja bidan praktik swasta setelah diberlakukannya Program JKJ di Kabupaten Jembrana; (4) untuk mengetahui lebih tinggi atau tidaknya motivasi kerja dokter praktik swasta antara sebelum dan setelah diberlakukannya Program JKJ di Kabupaten Jembrana; dan (5) untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan faktor karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja pegawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana
Teknik analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan 1, 2, 3, dan 4 adalah statistik deskriptif, sedangkan untuk menjawab tujuan yang kelima digunakan teknik analisis inferensial, yaitu regresi linier berganda dengan uji F dan uji t serta uji t satu sampel.
Berdasarkan hasil analisis terhadap motivasi kerja pegawai Pemda, ditemukan bahwa motivasi kerja pegawai Pemda di Kabupaten Jembrana berada pada kondisi yang tinggi. Selain itu, motivasi kerja dokter dan bidan praktik swasta juga dalam kondisi yang tinggi. Untuk tujuan penelitian yang kedua dari hasil analisis ditemukan bahwa motivasi kerja pegawai Pemda Jembrana pada pemerintahan kepala daerah yang sekarang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya. Untuk tujuan yang ketiga dari hasil analisis ditemukan bahwa motivasi kerja bidan praktik swasta setelah diterapkan program JKJ oleh Pemda Jembrana lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya dan untuk dokter praktik swasta ditemukan bahwa secara umum motivasi kerja setelah penerapan JKJ lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya. Untuk tujuan yang kelima ditemukan sebagai berikut. Pertama, ada pengaruh simultan semua variabel bebas terhadap variabel terikat untuk semua jenis responden, yaitu pegawai Pemda, bidan, dan dokter praktik swasta. Kedua, ada pengaruh signifikan secara parsial ketiga variabel bebas terhadap variabel terikat pada responden bidan dan dokter praktik swasta. Ketiga, untuk responden pegawai Pemda di Kabupaten Jembrana, ternyata dua variabel bebas, yaitu karakteristik individu dan karakteristik pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Hanya satu variable, yaitu karakteristik situasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pada tingkat signifikansi 0,05, namun berpengaruh signifikan pada tingkat signifikansi 0,056.

Kata kunci : motivasi kerja, karakteristik individu, pekerjaan, dan situasi kerja


STUDY OF WORKING MOTIVATION CONDITION OF LOCAL GOVERNMENT OFFICIALS, MIDWIVES, AND PRIVATE GENERAL PRACTITIONERS, AND SOME VARIABLES AFFECTING THEM
IN JEMBRANA REGENCY


ABSTRACT

In Jembrana Regency a change of working situation has occurred, job characteristics resulting from the change of style of leadership applied by the head of the government in the regency. The change is the giving of the same amount of salary to the officials of the same rank in various institutions that exist in Jembrana Regency, transferring officials from one institution to another which is considered to lack of officials and new policy in the field of health with the name of Jaminan Kesehatan Jembrana -- Jembrana Health Insurance (JKJ)
The aims of this study are: 1) to know the condition of working motivation of local government officials, midwives, and private general practitioners in Jembrana Regency; 2) To know whether the working motivation of the local government officials after the application of the transference policy and giving the same amount of salary in all offices in Jembrana Regency is high or not; 3) To know whether the working motivation of private midwives after the application of JKJ Program in Jembrana Regency is low or not; 4) To know whether the working motivation of private general practitioners before and after the application the JKJ Program in Jembrana Regency is high or not; and 5) to know whether the significant influence of individual, job, and working situation characteristics to working motivation of local government officials, midwives, and private general practitioners in Jembrana Regency exists or not.
The analysis technique employed to answer the aims no 1, and 2 and 3, and 4 descriptive statistics was used and to answer the aim no 5 referential analysis technique was used, that is, multiple linear regression with F and t tests and t test of one sample.
Based on the results of the analysis to working motivation of local government officials it was found out that the working motivation of local government officials lies in high condition. Besides that, working motivation of doctors and private midwives were also in high condition. For the second aim, from the result of the analysis, it was found out that working motivation of the officials of Jembarana Regency Government at the time of the administration of the present regent was higher compared with that of the previous regent. For the third aim from the analysis, it was found out that the working motivation of private midwives after the implementation of JKJ by the regency government was lower than that of the previous administration and for private general practitioner it was found out that generally their working motivation after the implementation of JKJ was higher compared with that before. For the fifth aim it was found out that: First there is simultaneous influence of all free variables against the bound ones for all kinds of respondent, officials of the Regency Government, midwives, private general practitioners. Second, there was significant influence from the three free variables against the bound ones in midwife and private general practitioner respondents. Third, for the official of Jembrana Regency respondents, two free variables, individual characteristics and work characteristics had significant influence to the working motivation. Only one variable, the characteristics of working situations, did not have significant influence to working motivation at the significance level of 0.05 but it had significant influence to the significance level of 0.056.

Key words: working motivation, individual characteristic, work characteristic, and working situations




1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Salah satu aspek dari SDM yang perlu mendapat perhatian adalah motivasi kerja karyawan. Motivasi kerja seseorang dapat berubah karena beberapa factor, antara lain faktor karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja (Porter & Miles dalam Stoner & Freeman, 1989).
Di Kabupaten Jembrana terjadi perubahan situasi kerja, karakteristik pekerjaan yang diakibatkan oleh perubahan gaya kepemimpinan yang diterapkan pimpinan tertinggi di kabupaten tersebut.
Perubahan tersebut adalah sebagai berikut.
(1) Pemberian gaji yang sama untuk pangkat yang sama di berbagai instansi yang ada di Kabupaten Jembrana.
(2) Memutasikan pegawai dari satu instansi ke instansi lainnya yang dianggap kekurangan pegawai yang dievaluasi setiap minggu untuk mengetahui beban kerja di tiap-tiap instansi, sehingga akan terjadi proses mutasi selanjutnya sampai diperoleh beban kerja dan jumlah karyawan yang tepat, sehingga ada perampingan di instansi yang kelebihan pegawai.
(3) Kebijakan baru di bidang kesehatan yang dikenal dengan nama Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ). Masyarakat yang membawa kartu JKJ dan keluarga miskin (Gakin) memperoleh pelayanan kesehatan gratis karena telah dibayarkan oleh Pemda melalui JKJ. Untuk jasa bidan setiap pasien dibayar Rp 4.000,00 dan untuk jasa dokter setiap pasien dibayar Rp 8.000,00. Bidan dan dokter praktik swasta dibatasi ruang lingkup tugasnya, yaitu bidan hanya menangani KB dan ibu hamil dan hanya dokter yang menangani orang sakit.
Dengan kebijakan–kebijakan tersebut diperkirakan akan mempengaruhi motivasi kerja pegawai Pemda, bidan, dan dokter praktik swasta. Di samping itu, faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi motivasi kerja tersebut adalah karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, yang menjadi pokok permasalahannya adalah sebagai berikut.
(1) Bagaimana kondisi motivasi kerja pegawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana.
(2) Apakah motivasi kerja pegawai Pemda lebih tinggi setelah diberlakukannya kebijakan-kebijakan oleh Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana (seperti mutasi dan pemberlakuan gaji yang sama di semua dinas) dibandingkan dengan sebelumnya.
(3) Apakah motivasi kerja bidan praktik swasta lebih rendah setelah diberlakukannya Program JKJ dibandingkan dengan sebelumnya.
(4) Apakah motivasi kerja dokter praktik swasta lebih tinggi setelah diberlakukannya Program JKJ dibandingkan dengan sebelumnya.
(5) Apakah ada pengaruh signifikan faktor karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja pegawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana.

1.2 Tujuan Penelitian
(1) Untuk mengetahui kondisi motivasi kerja pegawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana.
(2) Untuk mengetahui lebih tinggi atau tidaknya motivasi kerja pegawai pemerintah daerah sesudah diberlakukannya kebijakan-kebijakan mutasi dan pemberlakuan gaji yang sama di semua dinas di Kabupaten Jembrana.
(3) Untuk mengetahui lebih rendah atau tidaknya motivasi kerja bidan praktik swasta setelah diberlakukannya Program JKJ di Kabupaten Jembrana.
(4) Untuk mengetahui lebih tinggi atau tidaknya motivasi kerja dokter praktik swasta setelah diberlakukannya Program JKJ di Kabupaten Jembrana.
(5) Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan faktor karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja pegawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana.

1.3 Manfaat Penelitian
(1) Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana, baik dalam penerapan kebijakan mutasi, kebijakan JKJ, maupun dalam usaha-usaha peningkatan motivasi kerja pegawai.
(2) Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai wahana dalam membuktikan atau memperkuat teori motivasi kerja dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian ini akan dapat dijadikan sebuah referensi untuk penelitian selanjutnya.

2. METODE PENELITIAN
2.1 Kerangka Pemikiran
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja dapat digambarkan dengan kerangka pemikiran sebagai berikut.


Karakteristik Individu
(1) Minat
(2) Sikap
(3) Kebutuhan
Karakteristik Pekerjaan
(1) Tanggung Jawab
(2) Tingkat Kepuasan
(3) Tingkat Imbalan Intrinsik
(4) Tingkat Otonomi
(5) Jumlah Umpan Balik
(6) Tingkat Variasi Tugas
Karakteristik Situasi Kerja
(1) Lingkungan Kerja
(2) Kultur Organisasi








MOTIVASI KERJA


















Keterangan :
: Pengaruh Parsial
: Pengaruh Simultan


2.2 Hipotesis
(1) Motivasi kerja pegawai Pemda Kabupaten Jembrana lebih tinggi setelah diberlakukannya kebijakan-kebijakan oleh Kepala Pemerintah Daerah dibandingkan dengan sebelumnya.
(2) Motivasi kerja bidan praktik swasta lebih rendah setelah diberlakukannya Program JKJ dibandingkan dengan sebelumnya.
(3) Motivasi kerja dokter praktik swasta lebih tinggi setelah diberlakukannya Program JKJ dibandingkan dengan sebelumnya.
(4) Ada pengaruh signifikan faktor karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja pagawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana.

2.3 Identifikasi Variabel
Ada empat faktor yang diteliti pada penelitian yang dapat dipecah menjadi sekitar 35 variabel untuk Pemda dan 32 variabel bidan dan dokter praktik swasta dengan perincian sebagai berikut.
(1) Faktor motivasi kerja akan diturunkan menjadi 11 variabel penelitian yang akan menjadi variabel dependen pada penelitian ini.
(2) Karakteristik individu akan diturunkan menjadi 10 variabel untuk pegawai Pemda dan 10 variabel untuk dokter/bidan.
(3) Karakteristik pekerjaan akan diturunkan menjadi 9 variabel untuk pegawai Pemda dan 7 variabel untuk dokter/bidan.
(4) Karakteristik situasi kerja akan diturunkan menjadi 5 variabel untuk pegawai Pemda dan 4 variabel untuk dokter/bidan.
(5) Selain keempat faktor tersebut diteliti juga 8 variabel untuk melihat kondisi motivasi kerja responden sekarang dibandingkan dengan sebelumnya.

2.4 Definisi Operasional / Pengukuran Variabel
Semua variabel penelitian akan diukur dengan menggunakan Skala Likert dengan empat tingkatan, yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Dengan demikian, semua variabel penelitian akan diobservasi melalui pendapat/persepsi responden terhadap semua variabel penelitian tersebut.

1. Motivasi Kerja
Motivasi kerja adalah suatu keadaan di mana usaha dan kemauan keras seseorang diarahkan kepada pencapaian hasil-hasil tertentu. Motivasi kerja dalam penelitian ini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang hal-hal berikut.
(1) Ketepatan waktu hadir di tempat kerja.
(2) Ketepatan waktu pulang kerja.
(3) Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.
(4) Tingkat usaha dalam mencari cara penyelesaian pekerjaan dengan lebih baik.
(5) Tingkat usaha dalam mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam pekerjaan.
(6) Tingkat usaha dalam meningkatkan kualitas diri.
(7) Kualitas dari hasil pekerjaan.
(8) Tingkat kemauan untuk mencapai tujuan organisasi.
(9) Tingkat kemauan untuk mencapai produktivitas tinggi.
(10) Tingkat inovasi dalam pekerjaan.
(11) Tingkat kreativitas dalam pekerjaan.

2. Karakteristik Individu
Faktor ini akan diukur dari minat, sikap, dan kebutuhan.
A. Minat adalah sikap yang membuat orang senang akan objek situasi atau ide-ide tertentu. Minat dalam penelitian ini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang hal-hal berikut.
(1) Tingkat kesenangan bekerja di Pemda Jembrana.
(2) Tingkat loyalitas sebagai pegawai Pemda Jembrana.
B. Sikap adalah kesiapsiagaan mental yang dipelajari dan diorganisasi melalui pengalaman dan mempunyai pengaruh tertentu atas cara tanggap seseorang terhadap orang lain, objek, dan situasi yang berhubungan dengannya. Sikap dalam penelitian ini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang hal-hal berikut.
(1) Tingkat kebanggaan atas statusnya sebagai pegawai Pemda Jembrana.
(2) Tingkat ketidakkhawatiran terhadap kemungkinan kehilangan pekerjaan.
(3) Sikap dalam mendukung usaha pencapaian tujuan organisasi.
C. Kebutuhan adalah jumlah keperluan, baik yang dapat bersifat fisiologis, psikologis, maupun sosiologis. Kebutuhan dalam penelitian ini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang hal-hal berikut.
(1) Tentang tingkat kebutuhan pangan.
(2) Tingkat kebutuhan sandang.
(3) Tingkat kebutuhan papan.
(4) Tingkat kebutuhan rohani.
(5) Tingkat kebutuhan sosial.

3. Karakteristik Pekerjaan
Faktor ini akan diukur dari tanggung jawab terhadap pekerjaan, tingkat kepuasan terhadap pekerjaan, tingkat imbalan intrinsik, tingkat otonomi, umpan balik, dan tingkat variasi tugas. Tanggung jawab adalah beban kewajiban yang harus dipikul, baik oleh karyawan maupun pimpinan dalam setiap unit kerja, dalam melaksanakan tugas yang diserahkan kepadanya untuk diselesaikan. Tanggung jawab dalam penelitian ini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang tingkat tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.
A. Tingkat kepuasan dalam penelitian ini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang hal-hal berikut.
(1) Kesempatan dalam mengemukakan ide.
(2) Kesempatan mengembangkan diri.
(3) Tingkat kepuasan karyawan terhadap kebijakan-kebijakan pimpinan.
B. Tingkat imbalan intrinsik dalam penelitian ini diukur dari :
(1) Pendapat/persepsi responden tentang kesesuaian imbalan yang diterima dengan kemampuannya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
C. Tingkat otonomi dalam penelitian ini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang:
(1) Tingkat otonomi yang diberikan oleh atasan dalam menyelesaikan pekerjaannya.
D. Umpan balik dalam penelitian ini diukur dari pendapat atau persepsi responden tentang hal-hal sebagai berikut.
(1) Frekuensi pemberian informasi tentang pelaksanaan tugas.
(2) Frekuensi pemberian informasi tentang kualitas hasil dari suatu pekerjaan yang dilakukan.
E. Tingkat variasi tugas dalam penelitian ini diukur dari :
(1) Pendapat/persepsi responden tentang tingkat variasi jenis pekerjaan yang dilaksanakan dalam operasinal pekerjaan.

4. Karakteristik Situasi Kerja
Faktor ini akan diukur dari lingkungan kerja dan budaya/kultur organisasi.
A. Lingkungan kerja dalam penelitian ini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang hal-hal berikut.
(1) Kondisi hubungan antara pimpinan dan bawahan.
(2) Kondisi hubungan antar karyawan.
B. Budaya/kultur organisasi dalam penelitian ini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang hal-hal berikut.
(1) Tingkat penekanan pimpinan dalam menciptakan suasana kerja yang menyenangkan.
(2) Penghargaan organisasi terhadap potensi karyawan.
(3) Penghargaan setelah menyelesaikan tugas.

2.5 Jenis Data
(1) Data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka. Dalam penelitian ini ada beberapa data kuantitatif, antara lain jumlah responden menurut umur, pendidikan, jumlah anak yang dimiliki, jumlah responden menurut jabatan.
(2) Data kualitatif adalah data yang tidak dapat dinayatakan dalam bentuk angka. Dalam penelitian ini ada beberapa jenis data kualitatif, seperti jenis jabatan, tingkat pendidikan yang ditamatkan, motivasi kerja, karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja.

2.6 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder.
(1) Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dan pertama kali oleh peneliti sesuai dengan tujuan penelitiannya. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari jawaban responden melalui kuesioner yang dibuat, seperti data motivasi kerja, data karakteristik pekerjaan, karakteristik individu, dan data karakteristik situasi kerja.
(2) Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti berupa data yang sudah tersedia/data yang sudah diolah sehingga peneliti tinggal menggunakannya saja, misalnya data yang diperoleh dari dokumen, catatan, atau laporan-laporan. Misalnya, data tentang jumlah seluruh pegawai di Pemda Jembrana, data jumlah bidan dan dokter praktik swasta.
2.7 Populasi, Penentuan Sampel, dan Responden Penelitian
Populasi adalah jumlah pegawai pemerintah daerah Kabupaten Jembrana Januari 2005, yaitu sebanyak 5.617 orang.
Dari populasi ini diambil sampel sebanyak 375 orang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan nilai kritis sebesar 5%.
N
n =
( 1+N.e2 )
5617 5617
n = =
(1 + 5617 (0,05)2 ) 1 + 5617 x 0,0025
5617
n = = 375 Orang
15,0425


Dari jumlah sampel ini didistribusikan :
- Untuk bidan praktik swasta : 81 orang
- Untuk dokter praktik swasta : 61 orang
- Untuk pegawai Pemda : 233 orang

2.8 Metode Pengumpulan Data
Beberapa jenis metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi, dan indepth interview.
(1) Wawancara
Pada penelitian ini jenis wawancara yang digunakan adalah tatap muka langsung dengan responden penelitian dengan menggunakan daftar pertanyaan terstruktur yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data yang diperoleh dari metode pengumpulan data ini, antara lain data tentang motivasi kerja, karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja.
(2) Observasi
Pada penelitian ini jenis observasi yang digunakan adalah observasi nonpartisipasi di mana observasi dilakukan terhadap dokumen, catatan, dan laporan dari instansi-instansi yang diteliti. Data yang diperoleh dengan metode ini, antara lain data mengenai jumlah pegawai di berbagai instansi yang diteliti, baik menurut umur, jenis kelamin, pendidikan, maupun jabatan. Observasi juga dilakukan untuk melihat kondisi semangat kerja/motivasi kerja responden.
(3) Indepth interview
Pada penelitian ini wawancara mendalam dilakukan terhadap beberapa responden untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai variabel penelitian, khususnya motivasi kerja responden, pandangan mereka terhadap Program JKJ, kebijakan perampingan pegawai, kebijakan penetapan gaji/kompensasi yang sama di setiap dinas.

2.9 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Karena data yang dikumpulkan dalam penelitian menggunakan instrumen, maka instrumen yang dipakai harus memenuhi persyaratan, yaitu validitas dan reliabilitas.
(1) Uji validitas menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Korelasi minimum dianggap memenuhi syarat jika r = 0,300 dan kalau lebih kecil dari 0,300,, maka butir pertanyaan dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 1999; Azwar, 2001).
(2) Uji reliabilitas menggunakan koefisien korelasi Alpha Cronbach (Azwar, 2001). Koefisien korelasi minimum dianggap memenuhi syarat jika r = 0,600 dan kalau lebih kecil 0,600, maka butir pernyataan dinyatakan tidak reliabel. Untuk menghitung besarnya koefisien korelasi digunakan komputer dengan program SPSS.

2.10 Teknik Analisis Data
Karena data yang dikumpulkan dalam penelitian menggunakan instrumen, maka instrumen yang dipakai harus memenuhi persyaratan, yaitu validitas dan reliabilitas.
(1) Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda yang akan menjelaskan pengaruh beberapa variabel, seperti karakteristik individu, pekerjaan, dan situasi kerja secara serempak dan parsial terhadap motivasi kerja pegawai Pemda, bidan, dan dokter praktik swasta.
(2) Sebelum dilakukan teknik analisis regresi liniear berganda dilakukan uji–uji asumsi klasik.
(a) Uji multikolinearitas
(b) Uji heteroskedastisitas
(c) Uji normalitas
(3) Untuk mengetahui pengaruh serempak dan parsial maka dalam kajian ini digunakan uji F dan uji t.
(4) Untuk menjawab bagaimana kondisi motivasi kerja pegawai Pemda, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana digunakan analisis statistik deskriptif.
(5) Untuk menjawab tujuan penelitian kedua dan ketiga selain menggunakan statistik deskriptif juga digunakan statistik inferensial yaitu t test satu sampel / satu variabel.

3 HASIL DAN PEMBAHASAN
(1) Kondisi motivasi kerja pegawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta
A. Kondisi motivasi kerja Pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana disajikan dalam Tabel 1.
Dari jawaban responden seperti yang terlihat pada Tabel 1 dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja pegawai Pemda Kabupaten Jembrana berada pada kondisi yang tinggi dengan rata-rata skor di atas 3. Skor yang digunakan pada Skala Likert tersebut dengan 4 tingkatan, yaitu skor 1 berarti motivasi kerja sangat rendah, skor 2 berarti motivasi kerja rendah, skor 3 berarti motivasi kerja tinggi, dan skor 4 berarti motivasi kerja sangat tinggi. Dengan rata-rata skor di atas 3, yaitu tepatnya 3,26 berarti motivasi kerja pegawai Pemda Jembrana berada dalam kategori tinggi. Dari indikator atau variabel yang digunakan untuk melihat motivasi kerja pegawai, memang semua rata-rata skornya di atas 3, namun skor secara tepat bervariasi antara variabel-variabel tersebut. Hal ini berarti bahwa kondisi motivasi kerja dilihat dari tiap-tiap variabel yang ada berbeda satu dengan yang lainnya.

B. Kondisi motivasi kerja bidan praktik swasta di Kabupaten Jembrana disajikan dalam Tabel 2.
Dari hasil penelitian yang diperoleh seperti yang tercantum pada Tabel 2, rata-rata skor untuk seluruh variabel motivasi kerja bidan praktik swasta mencapai 3,39 yang berarti bahwa motivasi kerja bidan praktik swasta pada saat riset dilakukan dalam kondisi yang tinggi. Ini juga berarti meskipun ada perubahan kebijakan di Kabupaten Jembrana mengenai aktivitas bidan praktik swasta, mereka tetap memiliki motivasi kerja yang tinggi. Hal ini secara implisit berarti bahwa mereka dapat menerima kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerahnya.

C. Kondisi motivasi kerja dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana disajikan dalam Tabel 3.
Dari hasil penelitian yang diperoleh seperti yang tercantum pada Tabel 3, rata-rata skor untuk seluruh variabel motivasi kerja dokter praktik swasta mencapai 3,25 yang berarti bahwa motivasi kerja dokter praktik swasta pada saat riset dilakukan dalam kondisi yang tinggi. Namun, kalau dilihat per variabel / indikator ada satu indicator, yaitu selalu berusaha menciptakan kreativitas dalam pekerjaan mencapai skor rata-rata di bawah 3, tepatnya 2,98. Hal itu berarti bahwa dengan kebijakan yang baru ada beberapa dokter praktik swasta yang tidak termotivasi untuk berusaha menciptakan kreativitas dalam pekerjaan.

(2) Analisis tentang lebih tinggi atau tidaknya motivasi kerja Pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana sebelum dan sesudah penerapan kebijakan baru disajikan dalam Tabel 4.
Dari hasil penelitian yang diperoleh seperti yang tercantum pada Tabel 4 di atas hampir pada semua pernyataan ada responden yang menjawab alternatif tidak setuju dan sangat tidak setuju. Namun, dengan melihat rata-rata skor dan dibandingkan dengan kriteria dari Husein Umar (2004) dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja pegawai Pemda Jembrana yang sekarang berbeda dengan sebelumnya atau motivasi kerja pegawai Pemda sekarang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

(3) Analisis tentang lebih rendah atau tidaknya motivasi kerja bidan praktik swasta setelah diberlakukannya Program Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) disajikan dalam Tabel 5.
Dari hasil penelitian yang diperoleh, seperti tercantum pada Tabel 5 juga pada setiap / semua pernyataan ada responden menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju dan rata-rata total skornya hanya 2,40. Dengan menggunakan kriteria seperti yang telah disebutkan ini berarti bahwa ada perbedaan motivasi kerja bidan praktik swasta sekarang dibandingkan dengan sebelumnya atau motivasi kerja bidan praktik swasta sekarang lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya.

(4) Analisis tentang lebih tinggi atau tidaknya motivasi kerja dokter praktik swasta setelah diberlakukannya Program Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) disajikan dalam Tabel 6.
Dari hasil penelitian yang diperoleh, seperti tercantum pada Tabel 6 untuk semua pernyataan ada responden menjawab tidak setuju dan ada dua pernyataan yang tidak dijawab dengan sangat tidak setuju, yaitu poin dua dan tiga dan rata-rata nilai skor 2,65. Kondisi ini berarti bahwa terjadi perbedaan motivasi kerja dokter praktik swasta setelah diterapkan program JKJ atau motivasi kerja dokter praktik swasta lebih tinggi setelah penerapan JKJ.

(5) Analisis pengaruh karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja.
A. Pegawai Pemda Kabupaten Jembrana
(a) Dari uji asumsi klasik dengan menggunkan komputer diperoleh hasil sebagai berikut.
1) Tidak terjadi multikolinieritas variabel bebas yang digunakan dalam model.
2) Tidak terjadi heteroskedastisitas pada model yang digunakan.
3) Variabel bebas yang digunakan berdistribusi normal.
(b) Uji F
Rumusan Hipotesis
Ho : B1 = B2 = B3 = 0 à berarti bahwa tidak ada pengaruh secara simultan variabel karakteritik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja pegawai Pemda Kabupaten Jembrana.
Hi : Bi ≠ 0, minimal salah satu dari variabel karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Pemda Kabupaten Jembrana.
Untuk menyimpulkan / membuktikan hipotesis tersebut akan dilihat nilai F dan tingkat signifikansinya. Dari hasil analisis dapat diketahui nilai F sebesar 36,598 dengan tingkat signifikansi 0,000. Dengan melihat tingkat signifikansi tersebut yang nilainya lebih kecil daripada 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut secara simultan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Pemda Kabupaten Jembrana.
(c) Uji t
Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel 7.

B. Bidan Praktik Swasta
(a) Dari uji asumsi klasik dengan menggunkan komputer diperoleh hasil sebagai berikut.
1) Tidak terjadi multikolinieritas variabel bebas yang digunakan dalam model.
2) Tidak terjadi heteroskedastisitas pada varian residual dari variabel yang digunakan.
3) Semua variabel penelitian yang digunakan berdistribusi normal.
(b) Uji F
Untuk menguji keberartian model yang digunakan atau untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh simultan dari semua variabel bebas yang digunakan dilakukan uji F. Dengan rumusan hipotesis untuk uji serempak seperti yang telah disampaikan sebelumnya (pada responden pegawai Pemda Kabupaten Jembrana), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan secara simultan variabel karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja bidan praktik swasta di Kabupaten Jembrana. Nilai F pada responden ini sebesar 48,221 dengan tingkat signifikansi 0,000.
(c) Uji t
Hasil uji t dapat diikuti pada Tabel 8.
Dari Tabel 8 dapat dilihat bahwa semua variabel penelitian, yaitu karakteristik individu, pekerjaan, dan situasi kerja berpengaruh positif terhadap motivasi kerja bidan praktik swasta. Dengan melihat nilai signifikansi semua variabel bebas yaitu 0,000, 0,000, dan 0,027 lebih kecil daripada 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja bidan praktik swasta di Kabupaten Jembrana.

C. Dokter Praktik Swasta
(a) Dari uji asumsi klasik dengan menggunkan komputer diperoleh hasil sebagai berikut.
1) Tidak terjadi multikolinieritas antara variabel bebas yang digunakan dalam model.
2) Tidak terjadi heteroskedastisitas pada model yang digunakan.
3) Variabel bebas yang digunakan berdistribusi normal.
(b) Uji F
Seperti pada responden sebelumnya uji F juga digunakan untuk melihat pengaruh simultan dari kerja variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai F hitung sebesar 36,617 dengan signifikansi 0,000. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ketiga variable, yaitu karakteristik individu, karakteristik pekerjan, dan karakterstik situasi kerja berpengaruh simultan terhadap motivasi kerja dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana.
(c) Uji t
Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel 9.
Dari data yang tercantum pada Tabel 8 dapat disampaikan bahwa ketiga variabel bebas berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana. Dari nilai signifikansi semua variabel bebas yang lebih rendah daripada 0,05 maka disimpulkan bahwa semua variabel bebas, yaitu karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristrik situasi kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana.

4 SIMPULAN DAN SARAN
4.1 Simpulan
(a) Kondisi motivasi kerja responden pegawai Pemda Kabupaten Jembrana berada pada kondisi / kategori yang tinggi dengan rata-rata skor di atas 3. Demikian pula kondisi motivasi kerja bidan dan dokter praktik swasta berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor di atas 3.
(b) Motivasi kerja responden pegawai Pemda Kabupaten Jembrana lebih tinggi setelah diterapkan kebijakan-kebijakan oleh Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana (seperti mutasi dan pemberlakuan gaji yang sama di semua dinas) dibandingkan dengan sebelumnya.
(c) Motivasi kerja responden bidan praktik swasta lebih rendah setelah diterapkan Program JKJ dibandingkan dengan sebelumnya.
(d) Motivasi kerja responden dokter praktik swasta lebih tinggi setelah diterapkan Program JKJ dibandingkan dengan sebelumnya.
(e) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja responden pegawai Pemda pada tingkat signifikansi masing-masing 0,000; 0,003; dan 0,056.
(f) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja responden bidan praktik swasta pada tingkat signifikansi masing-masing 0,000; 0,000; dan 0,027.
(g) Terdapat pengaruh yang signifikan variabel karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja responden dokter praktik swasta pada tingkat signifikansi masing-masing 0,001; 0,002; dan 0,007.

4.2 Saran
(a) Pemerintah daerah perlu memberikan sosialisasi kepada pegawai Pemda Kabupaten Jembrana, bidan, dan dokter praktik swasta bahwa mereka tidak perlu merasa khawatir akan kehilangan pekerjaan.
(b) Secara umum pemerintah daerah perlu meningkatkan kompensasi kepada pegawai Pemda agar mereka dapat memenuhi kebutuhan sandang, papan, dan pangan dalam kehidupan mereka.
(c) Pemerintah daerah perlu melakukan lokakarya untuk merancang bagaimana cara meningkatkan variasi tugas pada semua pekerjaan yang ada di Pemda Kabupaten Jembrana. Demikian pula untuk dokter dan bidan praktik swasta.
(d) Pemerintah daerah perlu meningkatkan penghargaan kepada karyawan / pegawai yang telah berhasil menyelesaikan tugas dengan baik.
(e) Pemerintah daerah perlu memberikan penghargaan yang lebih tinggi terhadap potensi yang dimiliki oleh para pegawai sehingga para pegawai akan terdorong untuk meningkatkan kualifikasi yang mereka miliki.
(f) Para dokter praktik swasta perlu memberi dorongan kepada pasiennya agar bersedia memberi informasi tentang kesehatannya, terutama bagi pasien yang berobat ulang sehingga lebih tepat tindakan yang akan diambil oleh para dokter.



Tabel 1
Distribusi Jawaban Responden tentang Kondisi Motivasi Kerja
Pegawai Pemda Jembrana Tahun 2005 Menggunakan 11 Variabel / Indikator
No
Pernyataan
SS
(4)
S
(3)
TS
(2)
STS
(1)
Total
Resp
Total Skor
Rata
-rata
Skor
1.
Selalu berusaha melakukan inovasi dalam pekerjaan
73
154
6
-
233
766
3,29
2
Selalu berusaha menciptakan kreativitas dalam pekerjaan
72
161
-
-
233
771
3,31
3
Memiliki kemauan untuk mencapai tujuan organisasi
74
144
15
-
233
758
3,25
4
Memiliki kemauan untuk mencapai produktivitas tinggi
67
160
6
-
233
760
3,26
5
Mampu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas
40
174
18
1
233
719
3,09
6
Selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri
92
140
1
-
233
790
3,39
7
Selalu berusaha mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam menyelesaikan pekerjaan
100
132
-
1
233
797
3,42
8
Selalu berusaha mencari cara penyelesaian pekerjaan dengan lebih baik
103
130
-
-
233
802
3,44
9
Selalu tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan
43
168
22
-
233
720
3,09
10
Selalu hadir di tempat kerja tepat waktu
74
144
14
1
233
757
3,25
11
Selalu tepat waktu saat pulang kerja
61
139
24
9
233
718
3,08
Total
799
1.646
106
12
2.563
8.358
3,26
Sumber : Hasil Penelitian, 2005


Tabel 2
Distribusi Jawaban Responden tentang Kondisi Motivasi Kerja Bidan Praktik Swasta di Kabupaten Jembrana Tahun 2005
Menggunakan 11 Variabel / Indikator

No
Pernyataan
SS
(4)
S
(3)
TS
(2)
STS
(1)
Total
Resp
Total Skor
Rata –
rata Skor
1.
Selalu berusaha melakukan inovasi dalam pekerjaan
26
55
-
-
81
269
3,32
2
Selalu berusaha menciptakan kreativitas dalam pekerjaan
32
49
-
-
81
275
3,40
3
Memiliki kemauan untuk mencapai tujuan organisasi
31
50
-
-
81
274
3,38
4
Memiliki kemauan untuk mencapai produktivitas tinggi
37
43
1
-
81
279
3,44
5
Mampu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas
31
45
5
-
81
269
3,32
6
Selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri
41
40
-
-
81
284
3,51
7
Selalu berusaha mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam menyelesaikan pekerjaan
40
41
-
-
81
283
3,49
8
Selalu berusaha mencari cara penyelesaian pekerjaan dengan lebih baik
37
44
-
-
81
280
3,46
9
Bersedia menunggu pasien jika waktu praktik masih tersedia
32
48
1
-
81
274
3,38
10
Selalu hadir di tempat kerja/praktik tepat waktu
28
43
10
-
81
261
3,22
11
Selalu berusaha menyediakan waktu yang cukup bagi pasien yang datang
34
41
6
-
81
271
3,35
Total
369
499
23
-
891
3.019
3,39
Sumber : Hasil Penelitian, 2005


Tabel 3
Distribusi Jawaban Responden tentang Kondisi Motivasi Kerja Dokter Praktik Swasta di Kabupaten Jembrana Tahun 2005
Menggunakan 11 Variabel / Indikator

No
Pernyataan
SS
(4)
S
(3)
TS
(2)
STS
(1)
Total
Resp
Total Skor
Rata –
rata Skor
1.
Selalu berusaha melakukan inovasi dalam pekerjaan
10
44
7
-
61
186
3,05
2
Selalu berusaha menciptakan kreativitas dalam pekerjaan
12
36
13
-
61
182
2,98
3
Memiliki kemauan untuk mencapai tujuan organisasi
10
44
7
-
61
186
3,05
4
Memiliki kemauan untuk mencapai produktivitas tinggi
15
36
10
-
61
188
3,08
5
Mampu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas
12
42
7
-
61
188
3,08
6
Selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri
37
24
-
-
61
220
3,61
7
Selalu berusaha mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam menyelesaikan pekerjaan
28
33
-
-
61
211
3,46
8
Selalu berusaha mencari cara penyelesaian pekerjaan dengan lebih baik
30
31
-
-
61
213
3,49
9
Bersedia menunggu pasien jika waktu praktik masih tersedia
24
33
3
1
61
202
3,31
10
Selalu hadir di tempat kerja/praktik tepat waktu
19
38
4
-
61
198
3,25
11
Selalu berusaha menyediakan waktu yang cukup bagi pasien yang datang
25
36
-
-
61
208
3,41
Total
222
397
51
1
671
2.182
3,25
Sumber : Hasil Penelitian, 2005


Tabel 4
Distribusi Jawaban Responden tentang Kondisi Motivasi Kerja Pegawai Pemda Kabupaten Jembrana yang Sekarang Dibandingkan dengan Sebelumnya, Tahun 2005 dengan Menggunakan 8 Variabel / Indikator

No
Pernyataan
SS
(4)
S
(3)
TS
(2)
STS
(1)
Total
Resp
Total Skor
Rata –
rata Skor
1.
Pada pemerintahan kepala daerah yang sekarang saya lebih bersemangat dalam melakukan pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya
31
156
45
1
233
683
2,93
2
Pada pemerintahan yang sekarang saya hadir lebih tepat waktu di kantor dibandingkan dengan sebelumnya
37
154
40
2
233
692
2,97
3
Pada pemerintahan kepala daerah yang sekarang saya lebih bersemangat untuk melakukan inovasi dalam pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya
33
152
46
2
233
682
2,93
4
Pada pemerintahan kepala daerah yang sekarang saya lebih kreatif dibandingkan dengan sebelumnya

36
143
53
1
233
680
2,92
5
Pada pemerintahan kepala daerah yang sekarang saya lebih bersemangat dalam mencapai tujuan organisasi dibandingkan dengan sebelumnya
26
154
49
4
233
688
2,87
6
Pada pemerintahan kepala daerah yang sekarang saya lebih bersemangat dalam usaha mencapai produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya
31
154
47
1
233
681
2,92
7
Pada pemerintahan kepala daerah yang sekarang saya lebih bersemangat dalam meningkatkan kualitas diri dibandingkan dengan sebelumnya
41
147
44
1
233
694
2,98
8
Pada pemerintahan kepala daerah yang sekarang saya lebih bersemangat dalam mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya
44
140
48
1
233
693
2,97
Total
279
1.200
372
13
1.864
5.473
2,94
Sumber : Hasil Penelitian, 2005


Tabel 5
Distribusi Jawaban Responden tentang Kondisi Motivasi Kerja Bidan Praktik Swasta Setelah Penerapan JKJ Dibandingkan dengan Sebelumnya, Tahun 2005 dengan Menggunakan 8 Variabel / Indikator
No
Pernyataan
SS
(4)
S
(3)
TS
(2)
STS
(1)
Total
Resp
Total Skor
Rata –
rata Skor
1.
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat melakukan pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya
1
43
29
8
81
199
2,46
2
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam menciptakan kreativitas pada pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya
2
41
29
9
81
198
2,44
3
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam melakukan inovasi pada pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya
1
39
33
8
81
195
2,41
4
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dibandingkan dengan sebelumnya
1
42
31
7
81
199
2,46
5
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam mencari cara penyelesaian pekerjaan dengan lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya
1
46
28
6
81
204
2,52
6
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam pekerjaan karena penghasilan yang saya dapatkan lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya
1
25
33
22
81
167
2,06
7
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam menunggu pasien jika waktu praktik masih tersedia dibandingkan dengan sebelumnya
3
36
34
8
81
196
2,42
8
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam menyediakan waktu yang cukup bagi pasien yang datang dibandingkan dengan sebelumnya
3
38
33
7
81
199
2,46
Total
13
310
250
75
648
1.557
2,40
Sumber : Hasil Penelitian, 2005
Tabel 6
Distribusi Jawaban Responden tentang Kondisi Motivasi Kerja Dokter Praktik Swasta Setelah Penerapan JKJ Dibandingkan dengan Sebelumnya, Tahun 2005 Menggunakan 8 Variabel / Indikator

No
Pernyataan
SS
(4)
S
(3)
TS
(2)
STS
(1)
Total
Resp
Total Skor
Rata –
rata Skor
1.
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat melakukan pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya
10
30
20
1
61
171
2,80
2
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam menciptakan kreativitas pada pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya
7
24
30
-
61
160
2,62
3
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam melakukan inovasi pada pekerjaan dibandingkan dengan sebelumnya
8
24
29
-
61
162
2,66
4
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dibandingkan dengan sebelumnya
7
27
25
2
61
161
2,64
5
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam mencari cara penyelesaian pekerjaan dengan lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya

9
25
26
1
61
164
2,69
6
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam pekerjaan karena penghasilan yang saya dapatkan lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya
7
29
20
5
61
160
2,62
7
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam menunggu pasien jika waktu praktik masih tersedia dibandingkan dengan sebelumnya
9
22
27
3
61
159
2,61
8
Dengan diberlakukannya JKJ saya lebih bersemangat dalam menyediakan waktu yang cukup bagi pasien yang datang dibandingkan dengan sebelumnya
8
21
31
1
61
158
2,59
Total
65
202
208
13
488
1.295
2,65
Sumber : Hasil Penelitian, 2005


Tabel 7
Nilai t, Tingkat Signifikansi dari Koefisien Regresi
untuk Semua Variabel Bebas

No
Variabel Bebas
Nilai t hitung
Signifikansi
Koefisien Regresi
1
Karakteristik individu
3,954
0,000
0,313
2
Karakteristik pekerjaan
2,954
0,003
0,265
3
Karakteristik situasi kerja
1,918
0,056
0,281
Sumber : Hasil Penelitian, 2005


Tabel 8
Nilai Koefisien Regresi, Nilai t dan Tingkat Signifikansi
Semua Variabel Penelitian

No
Variabel Bebas
Koefisien Regresi
Nilai t
Signifikansi
1
Karakteristik individu
0,541
4,670
0,000
2
Karakteristik pekerjaan
0,598
4,274
0,000
3
Karakteristik situasi kerja
0,514
2,254
0,027
Sumber : Hasil Penelitian, 2005



Tabel 9
Nilai Koefisien Regresi, Nilai t, dan Tingkat Signifikansi
Semua Variabel Bebas

No
Variabel Bebas
Koefisien Regresi
Nilai t
Signifikansi
1
Karakteristik individu
0,362
3,566
0,001
2
Karakteristik pekerjaan
0,502
3,188
0,002
3
Karakteristik situasi kerja
0,709
2,817
0,007
Sumber : Hasil Penelitian 2005






















DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2000. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Penerbit PT Rineka Cipta.
Azwar, Saifuddin. 2001. Reliabilitas dan Validitas. Edisi Ketiga Cetakan Ketiga. Yogyakarta : Penerbit Pustaka Pelajar.
Cooper, Donald R, Emory C. William (Alih Bahasa, Dra. Ellen Gunawan, M.M. dan Imam Nurmawan, S.E.). 1996. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Ghozali, Imam. 2002. Aplikasi Analisis Multivarite dengan Program SPSS. Edisi Kedua. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gibson, Irancevich, Donnely. 1997. Organisasi : Perilaku-Struktur-Proses. Edisi Kedelapan. Jakarta : PT Binarupa Aksara.
Gitosudarmo Indriyo dan Mulyono Agus. 1999. Prinsip Dasar Manajemen. Edisi Ketiga. Yogyakarta : BPFE.
Gitosudarmo Indriyo dan Sudito Nyomon. 1997. Perilaku Keorganisasian. Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE.
Gujarti, Damodar N. 1999. Basic Econometric. Third Edition. McGraw-Hill, Inc.
Hani, Handoko, T. 2000. Manajemen. Edisi Kedelapan. Jakarta : PT Binarupa Aksara.
Husein, Umar. 2004. Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. Edisi Kedua. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Martoyo Susilo. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.
Nimran, Umar. 1997. Perilaku Organisasi. Surabaya : Citra Media.
Program Pascasarjana Magister Manajemen. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Penerbit IPWI.
Robbins, Stephen P. 2001. Perilaku Organisasi : Konsep, Kontroversi, Aplikasi, Versi Bahasa Indonesia. Edisi Kedelapan. Jakarta : Penerbit PT Prenhallindo.
Siagian Sondang P. 1994. Teknik Menumbuhkan dan Memelihara Perilaku Organisasional. Jakarta : CV Haji Masagung.
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1989. Metode Penelitian Survey. Edisi Revisi. Jakarta : Penerbit LP3ES.
Sriathi, A.A. 2003. ”Hubungan Persepsi Individu dengan Motivasi Kerja Karyawan Perusahaan Jawatan TVRI Stasiun Denpasar” Thesis. Program Magister Manajemen FE Universitas Udayana, Denpasar.
Stoner, James A.F. and Edward Freeman. 1989. Management. Forth Edition. Englewood Chiffts, New Jersey.
Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Pertama. Bandung : Penerbit Alfabeta.
Wahyuningsih, M.V. Sri. 2002. “Analisis Kontribusi Faktor Motivasi terhadap Semangat dan Kegairahan Kerja Karyawan di PT United Indobali Denpasar”, Thesis. Program Magister Manajemen FE Universitas Udayana, Denpasar.
Wirawan, Nata. 1998. Statistik I. Edisi Pertama. Denpasar: Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana.



ANALISIS

Adanya perubahan situasi kerja, karakteristik pekerjaan, yang diakibatkan oleh perubahan gaya kepemimpinan yang diterapkan pimpinan tertinggi di kabupaten Jembrana, mejadi latar belakang si peneliti untuk melakukan penelitian ini. Sehingga menimbulkan masalah apakah kondisi motivasi kerja pegawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana lebih tinggi atau lebih rendah dari sebelum adanya perubahan situasi kerja, dan karakteristik pekerjaan. Oleh karena itu dengan latar belakang masalah tersebut, dapat disimpulkan bahawa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi motivasi kerja pegawai pemerintah daerah, bidan, dan dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana.
Semua variabel penelitian, diukur dengan menggunakan Skala Likert dengan empat tingkatan, yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Beberapa jenis metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi, dan indepth interview. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda.
Ø Kondisi Motivasi Kerja Pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana
Kondisi motivasi kerja pegawai Pemda Jembrana yang sekarang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya. Lalu berdasarkan uji F dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut secara simultan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Pemda Kabupaten Jembrana. Begitu juga dengan uji T dimana ketiga variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja pegawai Pemda Kabupaten Jembrana.
Ø Kondisi Motivasi Kerja Bidan Praktik Swasta Di Kabupaten Jembrana
Menurut data yang diperoleh, motivasi kerja bidan praktik swasta di kabupaten Jembrana sekarang lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya. Dan jika dilihat dari hasil uji F dan uji T dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan dari variabel karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi kerja terhadap motivasi kerja bidan praktik swasta di Kabupaten Jembrana.
Ø Kondisi Motivasi Kerja Dokter Praktik Swasta Di Kabupaten Jembrana
Penerapan JKJ (jaminan kesehatan jembrana) yang dilakukan pada dokter praktik swasta di kabupaten Jembrana menimbulkan motivasi kerja yang lebih tinggi dibandingkan sebelum diterapkannya program JKJ tersebut. Sedangkan berdasarkan hasil uji F, ketiga variable, yaitu karakteristik individu, karakteristik pekerjan, dan karakterstik situasi kerja berpengaruh simultan terhadap motivasi kerja dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana. Dan begitu pula dengan uji T, bahwa semua variabel bebas, yaitu karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristrik situasi kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja dokter praktik swasta di Kabupaten Jembrana.
Nama : Prabu Teguh Wibowo
Kelas/NPM : 3EA01/10206727
Pengarang : Ni Wayan Mujiati dan Anak Agung Ayu Sriathi
Tahun : 2007
Judul : Kajian Kondisi Motivasi Kerja Pegawai Pemerintah Daerah, Bidan, Dan Dokter
Praktik Swasta Serta Beberapa Variabel Yang Mempengaruhinya Di Kabupaten Jembrana.
Topik : Pengaruh karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan karakteristik situasi
Kerja terhadap motivasi kerja.
Alamat website: http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/mujiati-sriathi.pdf

1 komentar:

coretan kai mengatakan...

untuk lisan yang tak terjaga
janji yang terabaikan
hati yang berprasangka
dan semua sikap yang pernah
menyakitkan
tiada kata yang lebih indah selain kata maaf
dan tiada pula perbuatan yang lebih baik
selain memaafkan kesalahan orang lain
semoga dibulan yang penuh berkah ini
kita diberikan hidayah untuk menjadi
manusia yang lebih baik dari sebelumnya
hingga di hari kemenangan kelak kita
mendapatkan hikmah dibalik segala
perjuangan yang telah kita lakukan
selama sebulan penuh
www.kaixjhea.blogspot.com